Pada awal Maret 2020, dunia sedang berjuang melawan pandemi yang disebabkan oleh virus novel corona dimana virus itu telah menyebar hampir diseluruh penjuru dunia. Virus ini pertama kali ditemukan di daerah Wuhan, Cina pada Desember 2019 dimana kemudian virus tersebut dinamai Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Infeksi virus Corona diduga berawal dari pasar hewan dan seafood di Kota Wuhan. Michelle Roberts dan James Gallager mengatakan bahwa Pasar Hewan Wuhan menjual banyak hewan liar seperti ular dan kelelawar untuk dikonsumsi (BBC,2020). Virus Corona diduga menyerang hewan liar tersebut dimana kemudian hewan yang diperjualbelikan dikonsumsi manusia dan menginfeksi manusia, dan interaksi yang dilakukan manusia terinfeksi dapat menular ke manusia lain (Relman,2020). Gejala yang ditimbulkan dari terpaparnya virus Corona adalah seperti gejala flu dan terganggunya sistem pernafasan. Indivudu lanjut usia dan memiliki riwayat masalah medis seperti kardiovaskular, diabetes, penyakit pernapasan kronis, dan kanker lebih mudah terinfeksi Covid-19.
Lima bulan diterpa wabah, kini angka positif virus corona di Indonesia telah menembus 143.303 kasus. Beberapa peneliti memprediksi Covid-19 di Indonesia bisa saja mencapai 150.000 kasus pada akhir Agustus jika tidak ada intervensi besar-besaran secara cepat untuk menghambat penyebaran virus (Shierine Wangsa Wibawa, 2020). Peningkatan pemeriksaan itu berhasil memetakan penyebaran kasus virus corona di Indonesia. Dalam sebulan terakhir, pemerintah mengumumkan jumlah peningkatan kasus corona harian berkisar 1.000 kasus. Angka peningkatan konfirmasi kasus Covid-19 di Indonesia melewati negara yang pertama kali melaporkan kasus infeksi virus corona yaitu negara China.
Adanya pandemi Covid-19 ini membawa dampak perubahan dalam berbagai bidang, salah satunya bidang pendidikan. Banyak lembaga pendidikan yang merubah bentuk aktivitas belajar dari tatap muka atau offline menjadi online. Perubahan bentuk aktivitas ini juga dilakukan oleh Universitas Tidar Magelang, dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan dilakukan di tempat tinggal mahasiswa. Kuliah Kerja Nyata sendiri memiliki tujuan agar mahasiswa dapat turut serta dalam kegiatan pengadiapan masyarakat (Anwar, 2011). Selain sebagai kontribusi nyata mahasiswa pada masyarakat, hal tersebut juga sebagai respon bentuk upaya oleh Universitas Tidar Magelang dalam mencegah penyebaran laju virus corona Covid-19 ini. Penggunaan dan perkembangan media sosial terus berkembang hingga saat ini. Media sosial sejatinya digunakan sebagai media sosialisai dan interaksi, serta menarik orang lain untuk melihat dan mengunjungi tautan yang berisi berita informatif. Saat ini, hal tersebut juga dimanfaatkan mahasiswa KKN Universitas Tidar Magelang, khususnya di kelurahan Wates, untuk memberikan informasi mengenai pencegahan pandemi yang sedang terjadi. Kegiatan KKN Tematik ini tepatnya dilaksanakan di Dusun Sanggrahan RW 06, Wates, Magelang Utara, dimana jika ditinjau dari lokasinya, Dusun Sanggrahan cukup strategis dan memiliki akses internet yang cukup baik sehingga masyarakatnya sudah akrab dengan penggunaan internet melalui berbagai media.
Seperti yang kita tahu, meskipun pemerintah telah
melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi banyaknya konfirmasi kasus penyebaran Covid-19, penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia semakin bertambah. Hal ini disebabkan
karena kurangnya pengetahuan masyarakat
terhadap bahaya Covid-19 itu sendiri. Oleh karena itu, sosialisasi atupun
edukasi mengenai Covid-19 menjadi hal yang penting untuk digalakkan untuk
memberikan informasi dan berita yang dapat membantu meningkatkan kesadaran
masyarakat dalam keikutsertaanya memutus rantai penyebaran virus. Dengan adanya
masalah tersebut, program pelaksanaan KKN Tematik ini dilakuan dengan beberapa
upaya, seperti melakukan edukasi daring berupa video kepada masyarakat
yang disebarkan melalui berbagai media sosial mengingat Dusun Sanggrahan,
sebagai lokasi sasaran telah memiliki akses internet yang cukup baik sehingga
masyarakatnya sudah akrab dengan penggunaan internet melalui berbagai media. Dengan
keadaan tersebut sangat memungkinkan untuk menjadikan media sosial sebagai sarana
edukasi Covid-19 yang sesuai. Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah survey
untuk mengetahui jenis media yang paling sering digunakan oleh masyarakat Dusun
Sanggrahan sehingga konten edukasi yang akan dibuat dapat diunggah melalui
sarana atau media yang tepat sasaran. Berdasarkan hasil survey yang telah
dilakukan, sebagian besar masyarakat lebih memilih menggunakan WhatsApp serta
YouTube sebagai media yang sering digunakan dalam memperoleh informasi.
Intensitas penggunaan WhatsApp sebagai media komunikasi warga yang cukup tinggi membuat tim KKN memutuskan untuk menggunakan WA sebagai salah satu media edukasi covid-19. Dengan edukasi yang dilakukan melauli WA, Tim KKN T merancang poster serta video singkat yang berkaitan dengan covid-19. Selain itu, menjamurnya konten di media digital dalam bentuk video serta kemudahan akses dimana pengguna dapat langsung melihat video tanpa pembuatan akun yang rumit menjadi alasan mengapa YouTube dipilih menjadi salah satu media yang digunakan sebagian besar masyarakat Dusun Sanggrahan. Konten yang dibuat dalam bentuk video dimana terdapat audio dan visual yang mendukung juga dapat mempermudah masyarakat dalam memahami isi konten tersebut. Dengan diuggahnya video edukasi mengenai Covid-19 ini, masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan berbagai informasi atau pun pengetahuan terkait virus corona. Mulai dari mengetahui apa itu virus corona, dari mana asalnya, apa gejalanya, hingga dapat mengetahui bagaimana proses penyebarannya dan cara mencegahnya. Dengan dilakukannya program edukasi daring pencegahan Covid-19 melalui WhatsApp dan YouTube, diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dan anak sekolah dasar untuk mematuhi dan melakukan protokol kesehatan yang sudah di tetapkan oleh pemerintah, juga sebagai pesan tertulis, petunjuk serta untuk memudahkan penyebaran informasi kepada masyarakat sekitar.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dilaksanakan program kerja (Proker) KKN Tematik. Tujuan Proker adalah untuk mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang Covid-19 melalui poster dan video edukasi. Dengan dilaksanakannya Proker KKN ini, diharapkan pemahaman masyarakat tentang Covid-19 menjadi meningkat sehingga masyarakat sendiri paham tentang apa itu covid-19, cara penularan, bahaya yang ditimbulkan serta pentingnya menerapkan protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran virus covid-19.